Rugi Merasa Rugi

Pernahkah Merasa Rugi ketika Kesempatan Beribadah Hilang!?

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Apakah Anda pernah kehilangan uang?
Bukankah Anda akan sangat merasa kehilangan dan kerugian
Apakah Anda pernah kehilangan perhiasan dan harta yang berharga?
Bukankah Anda akan sangat merasa kehilangan dan kerugian yang sangat mendalam
Apakah Anda pernah kehilangan kesempatan emas dalam perkara dunia?

Bagaimana perasaan Anda, merasa sangat rugi dan kehilangankah?
 
TETAPI…
APAKAH ANDA MERASA RUGI DAN KEHILANGAN KETIKA ADA KESEMPATAN UNTUK BERIBADAH?
APAKAH ANDA MERASA RUGI DAN KEHILANGAN…
KETIKA ANDA KETINGGALAN SHALAT SHUBUH ATAU SHALAT FARDHU LAINNYA?
KETINGGALAN SHALAT BERJAMAAH?
KETINGGALAN MEMBACA AL QURAN?
DAN KETINGGALAN IBADAH-IBADAH AGUNG LAINNYA? LALU KENAPA HARUS MERASA RUGI!?!
 
KAWANKU PEMBACA SEIMAN…
 
Sebagian besar orang merasa sangat rugi dan kehilangan ketika perkara dunia tidak jadi dia dapatkan, bahkan tidak sedikit berputus asa, depresi, stress dan lainnya. Padahal dunia  dan perhiasaan di dalamnya dibandingkan surga di akhirat adalah hanya sedikit, tidak kekal, tidak baik dan menggiurkan serta melalaikan.
 
Mari perhatikan nash-nash berikut:
{وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ} [آل عمران: 185]
Artinya: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” QS. Ali Imran
 
{قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى } [النساء: 77]
 
Artinya: “Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” QS. An NIsa’:77.
 
{ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ } [الأنعام: 32]
 
Artinya: “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”. QS. Al An’am:32.

 
{ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ} [التوبة: 38]
 
Artinya: “Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.”
 
{وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ } [الرعد: 26]
 
Artinya: “Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” QS. Ar Ra’du:26

 
{وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى} [القصص: 60]
 
Artinya: “Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” 
 
{بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)} [الأعلى: 16، 17]
Artinya:
87:16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
87:17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. QS. Al A’la: 16-17.
 
Kenapa harus merasa rugi dan kehilangan ketika kesempatan beribadah hilang?
 
Jawabannya:
Karena merasa rugi dan kehilangan ketika kesempatan beibadah hilang adalah lifestyle nya para shahabat nabi radhiyallahu ‘anhum, orang orang yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Dan sudah seharusnya kita mencontoh mereka.
 
Mari perhatikan hadits berikut…
 
أَنَّ دَاوُدَ بْنَ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ كَانَ قَاعِدًا عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ إِذْ طَلَعَ خَبَّابٌ صَاحِبُ الْمَقْصُورَةِ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَلاَ تَسْمَعُ مَا يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ إِنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ مِنْ بَيْتِهَا وَصَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ تَبِعَهَا حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ مِنْ أَجْرٍ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُحُدٍ ». فَأَرْسَلَ ابْنُ عُمَرَ خَبَّابًا إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا عَنْ قَوْلِ أَبِى هُرَيْرَةَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَيْهِ فَيُخْبِرُهُ مَا قَالَتْ وَأَخَذَ ابْنُ عُمَرَ قَبْضَةً مِنْ حَصَى الْمَسْجِدِ يُقَلِّبُهَا فِى يَدِهِ حَتَّى رَجَعَ إِلَيْهِ الرَّسُولُ فَقَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ صَدَقَ أَبُو هُرَيْرَةَ. فَضَرَبَ ابْنُ عُمَرَ بِالْحَصَى الَّذِى كَانَ فِى يَدِهِ الأَرْضَ ثُمَّ قَالَ لَقَدْ فَرَّطْنَا فِى قَرَارِيطَ كَثِيرَةٍ.
 
Artinya: “Bahwa Daud bin Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash bercerita bahwa bapaknya (Amir bin Sa’ad bin Ab Waqqash) pernah bercerita, ia pernah duduk bersama Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ketika itu datang Khabbab tukang Al Maqshurah, ia berkata: “Wahai Abdullah bin Umar, apakah Anda tidak mendegar apa yang diucapkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang keluar mengikuti jenazah dari rumahnya, menyolatkannya kemudian mengikutinya samapai dikuburkan, maka baginya dua qirath dari pahala, dan setiap qirathnya itu laksana gunung Uhud, dan barangsiapa yang menyolatkannya lalu pulang maka baginya pahala seperti satu gunung.” Kemudian Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengutus Khabbab kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha agar bertanya kepadanya tentang riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, kemudia n setelah itu kembali lagi ke beliau dan membritahukan apa yang diucapkan oleh Aisyah, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma mengambil batu kecil dari masjid, beliau bolak-balikkan di tangannya beliau, samapi kembali lagi utusaan tadi, ia (utusan tadi) mengatakan: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Abu Hurairah benar (perkataannya)”, maka Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma melemparkan batu yang ada di tangannya tadi ke tanah an kemudian beliau berkata: “Sungguh kita telah menyia-nyiakan bergunung-gunung pahala yang sangat banyak.” HR. Bukhari dan Muslim.
 
Mari perhatikan…bagaimana Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma merasan sangat rugi dan kehilangan ketika beliau tidak mengantarkan jenazah sampai dikuburkan yang mengakibatkan beliau kehilangan bergunung-gunung pahala.
Karena kebiasaan beliau hanya menyolatkan kemudian beliau pergi, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam kitabnya Fath Al Bary:
 
كان ابن عمر يصلي على الجنازة ثم ينصرف
Artinya: “Senantiasa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyolatkan jenazah kemudian pergi.”
 
Ibnu hajar rahimahullah juga berkata:
 
وفيه دلالة على فضيلة بن عمر من حرصه على العلم وتاسفه على ما فاته من العمل الصالح
Artinya: “Di hadits ini menunjukkan keistimewaan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma yaitu berupa ketamakan terhadap ilmu dan merasa rugi atas apa yang tertingal darinya berupa amal shalih.
 
Kawan Pembaca Seiman…
Sekarang apakah Anda merasa rugi dan kehilangan ketika terlambat bangun shubuh?
Bagaimana tidak merasa kehilangan dan rugi, karena di dalam shalat shubuh terdapat;
Sahalat shubuh disaksikan oleh para malaikat. Lihat QS. Al Isra: 78.
Siapa yang pergi ke masjid di waktu pagi disediakan Allah tempat singgah di dalam surga. HR Bukhari dan Muslim.
Pergi untuk shalat shubuh berjamaah mendapat cahaya yang sempurna di hari kiamat. HR. Tirmidzi.
Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. HR Bukhari
Barangsiapa yang shalat shubuh maka ia di dalam jaminan Allah Ta’ala. HR. Muslim.
Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah lalu setelah ia duduk samapai terbit matahari kemudian shalat dua rakaat maka ia seperti mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, yang sempurna, yang sempurna!. HR. Tirmidzi.
Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka ia seperti shalat sepanjang malam. HR. Muslim.
Makanya… Bagaimana tidak merasa kehilangan dan rugi!?!?!?

Kawan Pembaca Seiman…
Sekarang apakah Anda pernah merasa rugi dan kehilangan ketika tidak atau terlambat shalat berjamaah?
Bagaimana tidak merasa kehilangan dan rugi, karena di dalam shalat berjamaah terdapat;
Shalat Berjamaah lebih utama 25 atau 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. HR. Bukhari dan Muslim.
Berjalan menuju shalat berjamaah; satu langkah kaki menghapuskan dosa, satu langkah kaki menambahkan pahala, satu langkah kaki meningkatkan derajat. HR. Bukhari dan Muslim.
Berjalan menuju shalat berjamaah di dalam jaminan Allah. HR. Abu Daud.
Shalat qabliyyah, siapa yang selalu melaksanakan shalat rawatib maka dibangunkan baginya rumah di dalam surga. HR. Tirmidzi.
Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak. HR. Abu Daud.
Duduk di dalam masjid menunggu shalat dihitung sebagaimana orang yang shalat. HR. Bukhari.
Duduk di dalam masjid menunggu shalat akan di doakan oleh para malaikat agar mendapat rahmat, ampunan dan taubat dari Allah Ta’ala. HR. Abu Daud.
Subhanallah…!!! Amazing…
 
Kawan Pembaca Seiman…
Sekarang apakah Anda pernah merasa rugi dan kehilangan ketika tidak membaca Al Quran dalam sehari? Terutama di zaman orang sebagian sibuk dengan situs jejaring social, majalah, Koran, tabloid, bulletin yang terkadang di dalamnya lebih cenderung kepada dosa dan maksiat dibandingkan pahala dan ganjaran!
Bagaimana tidak merasa kehilangan dan rugi, karena di dalam membaca Al Quran terdapat;
Satu Huruf yang dibaca dari Al Quran berpahala 10 kebaikan. HR. Tirmidzi.
Yang membacanya terbata-bata saja, mendapatkan dua pahala. HR. Muslim.
Bacaan Al Quran akan menjadi syafaat di hari kiamat. HR. Muslim.
 
Kawan Pembaca Seiman…
Ini hanya contoh, bagaimana kita tidak merasa rugi dan kehilangan jika kesempatan untuk beribadah kita sia-siakan…
Silahkan cari contoh yang lain, semoga bermanfaat kawanku…
Dari seorang yang sangat menginginkan kebaikan untukmu…
 
Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Sumber :
http://www.hang106.or.id/halkomentar-157-pernahkah-merasa-rugi-ketika-kesempatan-beribadah-6.html

Hati yang berkarat

Percikan Hati Nurani ::: OBAT HATI BERKARAT
Percikan Hati Nurani, Sebuah Renungan dari BUKU Budiman al-Hanif

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yunus: 57)
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan meng¬ingati Allahlah hati menjadi tenteram.” (ar-Ra?d: 28)
Wahai Saudaraku! Rasulullah saw. bersabda, “Sesung¬guhnya hati ini bisa berkarat seperti besi yang karatan.” Rasulullah saw. ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah obat¬nya?” Beliau menjawab, “Membaca Al-Quran.”1
Seorang lelaki berkata kepada al-Hasan, “Wahai Abu Sa?id, aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Al-Hasan menjawab, “Lunakkan dia dengan memper¬banyak zikir (kepada Allah).”
Telah diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Aisyah, “Apakah obat untuk hati yang keras?” Maka Aisyah memerintahkan dia untuk menjengguk orang sakit, mengantar jenazah ke pemakaman, dan mem-bayangkan mati.”?
Ada juga orang yang mengadu tentang kekerasan hati¬nya kepada Malik bin Dinar maka dia menjawab, “Sering¬lah berpuasa. Apabila hati masih saja keras maka per¬banyaklah melakukan shalat malam. Dan, jika masih juga hati tersebut keras maka jangan terlalu banyak makan.”4
Abdullah bin Khabicj berkata, “Allah menciptakan hati untuk tempat berzikir, akan tetapi berubah fungsi menjadi tempat syahwat.”
Ibrahim bin al-Khawwash berkata,””Obat untuk pe¬nyakit hati itu ada lima: membaca Al-Qur?an dengan merenungkan artinya, mengosongkan perut, melakukan shalat malam, beribadah khusyu pada waktu sahur, dan duduk bersama dengan orang-orang saleh.”5
Hanya orang yang selalu mengetuk pintu hari nuraninya yang tidak bisa dikalahkan dengan setan, sebab ia selalu waspada terhadap setan dengan cara menjauhi tempat-tempat setan.
Jagalah hati, jangan engkau nodai, karena hati adalah lentera hidup. Bersihkan hati dari sifat dendam, dengki, ujub, takabur, dan merasa paling benar. Jangan engkau beri kesempatan satu detik pun untuk berbuat maksiat. Sebab, hati akan menjadi lemah apabila selalu condong berbuat maksiat. Seperti cermin yang kusam yang tidak
bisa memantulkan cahayanya. Maka pandai-pandailah membersihkan cermin itu. Isilah hatimu dengan selalu berzikir kepada-Nya. Sering-seringlah menjenguk orang sakit karena di sana engkau akan menemukan kebijak¬sanaan yang paling dalam. Sebab, dalam dirimu akan menunggu giliran berbaring sakit Itulah keadilan Allah, tidak bisa dikatakan sakit apabila tidak ada yang sehat.
Wahai Saudaraku! Jika engkau makan, jangan terlalu kenyang karena kenyang membuat hati keras dan lalai terhadap Allah. Oleh sebab itu, berpuasalah karena puasa melembutkan hati dan setengah dari sabar. Jangan banyak tertawa karena tertawa membuat hati lalai. Ada satu riwa¬yat bahwa Umar berrwasiat kepada Ahnaf bin Qais, “Wahai Ahnaf, barangsiapa yang banyak tertawa maka kewibawaannya akan berkurang. Barangsiapa banyak bercanda, dia akan diremehkan orang. Barangsiapa yang lebih banyak padanya sesuatu, dia akan dikenal dengan sesuatu itu. Barangsiapa yang banyak berbicara, kesalah¬annya akan semakin banyak. Barangsiapa yang banyak salah, rasa malunya akan berkurang. Barangsiapa yang kurang rasa malunya, berkuranglah kesadarannya, dan barangsiapa yang berkurang kesadarannya, matilah hati¬nya.”
Hati harus dipelihara dari hal-hal yang dapat men¬dekatkan diri dari kemaksiatan. Hati akan bercahaya apabila jauh dari noda dosa. Sebab, jangan engkau biarkan belenggu nafsumu menguasaimu. Dia adalah penjerumus ke jurang kehinaan. Kontrol dia dengan akalmu. Isi akal¬mu dengan Al-Qur?an dan hadits agar dapat mengontrol perasaan dan keinginanmu. Sebab, setiap keinginan tidak selalu benar karena masih di bawah kontrol akal. Sedang¬kan. akal untuk mengontrolnya butuh ilmu. Dan, ilmu
bagi orang yang sudah bcrsyahadat adalah Al-Qur?an dan hadits.
?Sebenarnya Af-Qur?an adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang
diberi ilmu Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.” (al-?Ankabuut: 49)
Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Allah karena hatinya gelap dari cahaya kebenaran. Se¬hingga nafsunya diturutinya ke mana dia hendak melang¬kah dan berbuat. Tidak peduli langkahnya itu menuju jurang kehinaan. Yang penting terpenuhi keinginannya. Ketahuilah wahai Saudaraku! bahwa nafsu itu selalu ber¬bual kesalahan kecuali nafsu yang dirahmati oleh Allah, nafsu yang terbelunggu oleh Rahman dan Rahim Allah azza wa jalla.
“Dan aku tidak membekaskan diriku (dari kesa/aban), karena sesunggubnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Yusuf: 53)
Bersihkan hatimu dari nafsu durjana. Obatilah hatimu dengan selalu berzikir. Zikir yang penuh kesadaran bahwa “Kamera Ilahiah selalu mengawasimu. Karena, ada manu¬sia yang basah bibirnya memuji Ilahi, akan tetapi hati mengkhayal, hatinya mengkufuri-Nya. Allah mengetahui isi hatimu dan Maha Mengetahui pandangan mata yang khianat. Renungkan firman Allah dengan kesadaran. Cuci hatimu dengan air kesadaran dan bagunkan liati nurani¬mu untuk merenungkan ayat-ayat Allah.
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan dalam hati ” (al-Mu?min: 19)
“… Dan ketahuilah bahwa tanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. “(al-Baqarah: 235)
Tekadkan niatmu dengan liati yang benar karena se¬tiap perbuatan bermula dari hati. Apabila hati benar maka dia akan selalu berbuat benar. Begitu juga sebaliknya, bila hati kotor maka dia selalu berbuat maksiat. Abu Turab al- Nakhsyabiv berkata, “Jagalah maksud hatimu karena se¬sungguhnya dia adalah awal dari segala sesuatu. Barang- siapa yang sehat maksud hatinya maka pekerjaan dan kondisinya akan sehat pula.”
Wahai Saudaraku! Bersegeralah menyehatkan maksud hatimu. Jangan engkau biarkan maksud hatimu dikuasai oleh setan. Sebab, setan sangat licik, seolah-olah perbuatan kita benar, padahal selalu berbuat riya?. Maka cucilah hati¬mu dengan AJ-Qur?an dan hadits agar tidak berkarat. Karena, karatnya hati akibat tidak pernah diisi dengan membaca Al-Qur?an.
 
Sumber : http://berrysantoso.abatasa.co.id/post/detail/9614/percikan-hati-nurani-:::-obat-hati-berkarat.html

BAHASA

Evaluasi jumat di sd sabbihisma oleh Bapanda H.zulkifli imam said. Bahasa adalah :
1.Kekayaan masa depan anda
2.Pembuka persahabatan
3.Harga diri anda
4.Sumber rezeki yg halal
5.Bisa meningkatkan karier anda
6.Bahasa salah stu peluang.
mencari kerja .
7.Dapat memotivasi diri sendiri n
kel
8.Menambah ilmu anda
9.Jendela dunia anda
10. Segala galanya.

Identitas Muslim

Identitas muslim
Oleh :zulhendri zk is

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ

Dari Ibnu Umar r.a., , Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)

Masing masing kita berbeda dalam memahami hadis tersebut..
masing masing kita beramal harus dengan alasan yang kuat…
Kenapa orang takut memotong jenggot..alasannya kuat seperti
Hadis ini
Lalau kenapa ada yang tidak berjenggot,tentu dia punya alasan pula…

alasan inilah yang akan di pertanggung jawabkan di mahkamah ALLAH nantinya…

Ada yang memahami hadis tersebut secara global Intinya Rasulullah menginginkan kita umatnya menampakkan keislaman,berbeda denga kaum musyrikin.,

menampakkan itu bisa dengan bejenggot,bisa dengan berpakaian muslim,bisa dengan membiasakan bertopi muslim.
Intinya ketika kita jalan..orang akan tahu kita ini muslim..

Saya pribada bangga dan senang dengan orang berjenggot..
Tapi tidak setuju menyalahkan orang yang tidak berjenggot…

Nabi tidak hanya meninggalkan jenggot..
tapi meninggalkan warisan akhlak yang mulia…

Islam telah sempurna……
Islam punya aturan….
Islam punya skala prioritas…

Ada guru berilmu tidak berjenggot….
Ada guru kurang ilmu tapi berjenggot…

Yang mana yang akan di panggil…?

Orang yang keras kemauannya tetap mencari guru yang sesuai kepahamamnya…padahal seharusnya dengar pula ilmu dari orang yang tidak berjenggot…

Samakah meninggalkan jenggot dengan meninggalkan shalat…?

Ada orang kehidupannya biasa biasa saja..berpakain tidak ikut sunah,tidak berjanggut,tidak bertopi …
Tapi tutup aurat….shalat diawal waktu berjemaah…muamalahnya bagus..hidup bermasyarakat..banyak membantu orang…

Apakah dia berdosa…?

Untuk itu (maaf) jangan sampai hadis nabi (nabi tidak menginginkan itu) membuat kita tidak leluasa bergerak….

Ada orang bertanya kepada nabi…

Ya Rasulullah…..

Kalau ada orang shalat diawal waktu..tidak menyakiti orang lain..hanya itu yang dikerjakan di dunia ini..apakah dia masuk syurga….

Ya..Kata Nabi..untuk dia syurga…

Betapa mudah bagi Rasul mulia…
(Maaf,kalau ada yang tanya sanad hadis ini, saya tidak ingat) kalau ada yang tdk meyakini..saya maklumi..karena saya yakin hadis ini benar walaupun saya tidak tahu perawinya….

Hadis tidak akan bertentangan dengan ALQURAN…

Tks..

MAKSIAT

Maksiat
Oleh : Zulhendri zk is

Salah satu tanda orang yang Ahsani takwin adalah orang yang mengajak orang berprilaku benar dan menasehati orang orang berprilaku salah….

Sekarang hampir merata orang tidak malu lagi bermaksiat,sebut apa saja maksiatnya,mulai dari pergaulan muda mudi kita,perjudian,tontotonan yang merusak di warnet warnet,ini kenapa terjadi karena ada aksi pembiaran dari kita yang berada di sekitar maksiat tersebut..

Kita tidak akan diakui ” ALLAH ” sebagai hambanya yang terbaik, dam Rasulullah tidak akan mengakui kita sebagai ummatnya kalau kita masuk orang orang yang membiarkan terjadinya maksiat.

Melalui tulisan ini, kami mengajak kita semua Marilah kita ingatkan anak dan keluarga akan konsekwensi dari maksiat

Sehingga walaupun sekeliling mereka orang bermaksiat.dia mampu menghindar dari modal aqidah yang telah kita tanamkan dirumah….

Kemudian diteruskan mengingatkan tetangga tetangga kita.

Kenapa maksiat bisa terjadi…karena lingkungan tempat terjadinya maksiat membiarkan…tidak ada nampak penolakan…

Maka mari kita kompak dengan warga dilingkungan kita dengan slogan” Stop Maksiat dikampung kita..”.

Insya ALLAH orang tdk akan mampu bermaksiat dikampung kita….

Tapi kalau hanya mengutuk dan mengutuk tampa ada aksi maka maksiat jalan terus…

Aksi disini tentu diawali dengan cara kekeluargaan…maksiat masih jalan..ditingkatkan.dengan cara ancaman…masih jalan, baru merealisasikan ancaman tersebut…

Seperti banyaknya negri negri Arab yang mengutuk serangan Israel ke Palestina….yang Israel tetap juga menyerang…coba Arab kompak dengan aksi maka Israel akan ketar ketir…

Semoga ALLAH memberi hidayah kepada kita untuk membantu membrantas maksiat pada diri’eluarha dan lingkungan kita..Mari kita doakan Pemerintah diberi kekuatan dan keberanian oleh ALLAH swt..untuk membrantas segala bentuk Maksiat di negri kita ini….

Ampunan Yang Pasti

Ampunan Yang Pasti
Oleh : Zulhendri zk is

Ketika melepas jenazah ahlul baith..mengajak hadirin berdoa Kiranya Allah mengampunkan dosa dan memberikan pahala..kepada jenazah….

ini…doa sebuah permintaan dan permohonan kita kepada Allah dengan harapan dikabulkan oleh Allah Swt…

Yang namanya doa bisa terkabul bisa tidak..alangkah bahayanya bagi si mayit banyak yang datang banyak yang mendoakan tapi tidak dikabulkan malanglah simayat untuk kehidupan yang panjangnya di akhirat……

Untuk itu kita yang masih hidup jangan mengandalkan doa orang yang hidup..kita harus pastikan ketika kita meninggal nanti kita adalah orang yang telah mendapat ampunan dan kita adalah orang yang berhak untuk masuk kedalam surga…

Bagaimana cara pasti agar dapat ampunan dan Pahala Yang besar….

Cara Yg Pasti berkunjunglah ke al ahzab :35

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً   

33.35. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Jangan tunda lagi untuk amalkan ayat ini,karena ajal tidak pernah menunggu Taubat kita….

Pantang Putus Asa

———————————-
Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+
———————————-

“Jauhi orang-orang yang mencoba
mengecilkan ambisi Anda. Orang kecil
selalu melakukannya, tetapi orang
yang benar-benar besar membuat Anda
percaya bahwa Anda juga dapat menjadi
besar” – Mark Twain

Dear Zulhendri,

Tidak perlu sedih dan berkecil hati
jika orang lain meremehkan kemampuan
Anda.  Banyak orang sukses lainnya
juga pernah mengalaminya. 

Richard Branson – pendiri grup
perusahaan Virgin dan wisata
antariksa Virgin Galactic- di usia 16
tahun pernah dikeluarkan dari sekolah
karena mengidap disleksia dan
dianggap buta angka karena tidak
mampu mengerjakan perhitungan
matematika paling sederhana
sekalipun. Namun, dalam sebuah
survei, ia malah digolongkan sebagai
pria tercerdas di Inggris. Kerajaan
bisnisnya merupakan 1 dari 40
perusahaan besar di dunia yang
memperoleh pendapatan tahunan hampir
US$4 miliar atau sekitar 35 triliun
rupiah per tahun!

Charles Schultz juga pernah
diremehkan. Dulu banyak orang tak
menghargai bakatnya. Karyanya
dianggap kampungan. Tapi ia tidak
pernah menyerah. Ia melawan arus.
Akhirnya ia berhasil memukau dunia
dengan cerita kartun populer dalam
sejarah, Peanut, yang telah muncul di
2.600 surat kabar dunia dalam 21
bahasa.

Ide Alexander Graham Bell juga pernah
ditertawakan teman-temannya. Dianggap
mustahil. Namun atas dorongan
tanggung jawab untuk menolong
kehidupan orang-orang tuna rungu,
seperti yang dialami ibu dan
istrinya, Alexander Graham Bell
berhasil menciptakan pesawat telepon
yang kini sangat berguna bagi umat
manusia.

Zulhendri, teruskan saja usahamu.
Orang-orang yang meremehkanmu adalah
orang-orang yang tak tahu harus
berbuat apa dalam hidup mereka.

—–Sponsor——————-

Belajar di AsianBrain
Bisa dijalankan di mana saja dan kapan saja
http://www.AsianBrain.com